Pages

October 29, 2011

kata mata


semua yang ingin terucap tertahan di pita suara beralih menuju mata..
namun mata tak sanggup berkata-kata..
tapi tetap ingin dilihat dalam bentuk nyata..

lalu air bergulir tetes demi tetes tanpa terucap apa..
rasa pun mengalir dalam balutan isak bernada..
begitu pula bahu bergetar naik turun berirama..

tapi apa daya?
sungguh mulut tak mau terbuka..
lidah terasa enggan bekerja..
sehingga mau tak mau yang lain berbahasa..

untukku, apakah ini satu-satunya cara?

September 28, 2011

my (experiment) food


sandwich telor kornet nasi keju *namanya panjang yah :p*

Enaknya di rumah terus, gw jadi bisa ngapain aja. Termasuk main-main di dapur.hehe.

Akhirnya terciptalah menu ini. Lapisan telor dadar isi kornet (karena berlapis makanya disebut sandwich) yang diisi sama parutan keju (di selipan paling bawah) dan nasi (di lapisan atasnya). Pake nasi dikiiiit doang biar berasa ada nasi aja. Kan orang Indonesia belom berasa makan kalo ngga pake nasi.hehehe. Nyummy :9

*next time aja deh gw update resepnyah. eh tapi dari namanya aja juga uda ketauan lah gimana bikinnya. hehehe.

Yang tertarik, silakan mencoba dan ber-eksperimen sendiri ;)

September 27, 2011

kebawa suasana


Mungkin gw gampang 'kebawa suasana'.
Mungkin selama ini gw juga banyak hanya 'kebawa suasana'.
Mungkin kali ini gw juga lagi 'kebawa suasana'.

But again.. I'll let this feeling lead me to him or maybe nowhere :)

*but don't worry I (think) am ready with the consequences ;)

September 9, 2011

(tidak) bosan menunggu


beribu kata telah ku rajut. namun hadirmu masih tak sampai.

jika kamu tahu, rajutan kataku mungkin membuatmu bosan. tapi ini caraku menjalani waktu, menunggumu.

-untuk kamu yang akan indah pada waktunya-

aku *klik* kamu


Kamu, aku belum tahu.

Apa kamu? Siapa kamu? Kapan kamu? Di mana kamu? Bagaimana kamu?
Masih banyak kemungkinan kamu.

Kamu yang memberi kenyamanan? Atau kamu yang menjadi candu?

Samakah? Bedakah? Subtituter? Komplimenter?
Tapi aku memilih kompatibel.
Ya, ini tentang aku dan kamu.

Kadang aku meragu.
Benarkah kita akan bersatu?

Aku menunggumu. Kamu menungguku.
Tanpa berbuat sesuatu, hanya diam lalu terpaku?

Atau..

Aku mencarimu. Kamu mencariku.
Kita saling mencari, hingga terlewat dan tak bertemu?

Aku bingung berlaku.
Harus berbuat apa aku?

Terpekur.. Lalu aku ingat sesuatu.
Dia menciptakan aku, pasti dengan kamu sebagai pasanganku.
Aku percaya itu.

Maka aku kembali menjalani waktu.
Dengan senyum penuh.
Menanti saat aku dan kamu ada dalam satu.

-untuk kamu yang akan indah pada waktunya-


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...