Pages

Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

July 6, 2011

KDRT could happen to anyone.. anywhere..

source: kompasiana

baru kali ini gw takut melanjutkan baca sebuah novel.
takut, bukan ngga mau karena bosan.
takut sama apa yang akan terjadi di halaman berikutnya sama si tokoh utama, bukan penasaran.

gw baca novel Tea for Two karya Clara Ng. yang bikin gw melirik novel ini pertama kali sih karena warna covernya yang berwarna oren :D terus pas lagi milih-milih dapat masukan dari Tazki kalo novelnya ini memang bagus. di cover belakang novelnya itu juga ditulis bahwa sebelumnya novel ini merupakan cerbung di Kompas, Oktober 2008-Februari 2009. menurut gw, hal itu udah cukup menjamin kualitas ceritanya.

cara penceritaannya terbagi dua, pertama dia sebagai orang pertama yang menceritakan dirinya sendiri dan yang kedua dia sebagai orang ketiga di luar cerita. sebagai orang pertama, alur ceritanya flashback, dia menceritakan kembali pengalamannya. sebagai orang ketiga di luar cerita, dia cerita kejadian yang terjadi saat itu.

yang gw acungi jempol adalah bagaimana novel ini menceritakan tentang KDRT. dimulai dari tentang tokoh utama, Sassy, seorang wanita mandiri yang modern. yang akhirnya jatuh cinta at the first sight dengan seorang laki-laki.
jangan minta gw cerita lebih lanjut lagi, bisa jadi spoiler.

balik lagi yang gw omongin di awal tentang issue KDRT yang dibawa di novel ini. bener-bener menceritakan proses bagaimana bisa jadi KDRT. karena gw pernah baca twit-nya @JendelaJiwa yang bahas #abuse, jadi ngerasa pas banget. ibaratnya, twit-nya jadi teori dan novel ini pengaplikasiannya, tanpa harus kita merasakan sendiri tentunya.

beberapa contohnya, seperti korban KDRT biasanya punya self-esteem (harga diri) yang rendah karena dikondisikan seperti itu oleh pelaku KDRT. pelaku mulanya hanya mengomentari atau mengkritik hal-hal kecil tentang korban. misalnya baju yang ngga matching sampai akhirnya setiap detil keseharian korban dikonetarin negatif yang akhirnya korban merasa selalu salah.
pola KDRT sama sekali ngga bisa diprediksi. bisa aja dalam 5 menit, pelaku yang mulanya baiiiiik bangeeeeet terus jadi langsung main pukul. atau sebaliknya, yang mulanya beringas, ngga lama langsung baik, berasa ngga ada kejadian apa-apa sebelumnya.
KDRT itu ternyata candu. korban yang biasanya selalu mendapat perlakuan buruk, akhirnya selalu 'menunggu' kapan perlakuan buruk itu datang lagi.

dari cara penceritaannya itu, gw jadi bener-bener hanyut sama tokoh utama. gw berasa jadi tokoh utama. gw jadi ikutan takut sama apa yang akan dialami tokoh utama di halaman dan bab berikutnya.
satu, dari banyak hal, yang gw dapet dari baca novel ini adalah apapun yang berlebihan ngga pernah bagus. termasuk cinta. kita ngga perlu cinta yang berlebihan. kita butuh cinta yang cukup dan sesuai bagaimana penyampaiannya :)

novel ini beneran bagus. dari cara penceritaan dan juga educative tentang KDRT.
siapapun, baca buku ini supaya lebih tahu tentang KDRT.
semoga kita ngga perlu mengalami sendiri untuk bisa bener-bener mengerti tentang KDRT.

*quotes yang gw ambil dari buku ini, gw posting di tumblr. take a look ;)

January 29, 2011

melupakan dan menunggu kembali

gambar dari gagas


cuplikan dialog...
"Kita nggak bisa membuang sesuatu yang menjadi bagian hidup kita begitu saja. Jangan memaksakan diri. Mengenang untuk melupakan. Dengan mengenangnya, kamu akan terbiasa dengan sakitnya dan semakin lama rasa itu nggak akan berpengaruh lagi."
mungkin ngga bisa di semua kasus. tapi kayanya bener juga..

and this one is kinda (sweet) revenge, right?!
"Val..?!"
Aku menggelengan kepala. "Maaf, Zak!"
"Tapi... dulu kamu berjanji untuk menungguku."
"Menunggumu untuk kembali padaku.. bukan untuk menerimamu kembali!"

buku Empat Musim Cinta adalah terbitan Gagas Media yang merupakan kumpulan cerpen gitu. jadi sebenernya ini punya Farah yang belom sempet gw selesein bacanya. baru sempet baca 2 cerita. salah satunya cerita Cerita Dua Hati oleh Andi Fauziyah Yahya.

jadi pengen lanjut baca lagiii. kapan ketemu Farah ya? *ngomong sendiri*



January 3, 2011

hasil bacabaca :) #3

to Tokyo to Love oleh Mariskova
*yang gw beli yang tulisannya warna merah*

yep. ini novel ke-dua yang gw beli barengan agenda 2011 gw :D
gw suka karena novel ini ber-setting di Jepang. ada sedikit percakapan dengan bahasa Jepang *walau ngga diartiin plek-plek-an ke bahasa Indonesia. jadi ngga tau itu beneran artinya dalam bahasa Indonesia atau bukan. jadi ngga yakin beneran bisa buat tambahan kosakata Jepang atau ngga*. gw suka inti ceritanya. tentang proses pemulihan cewe yang sedang patah hati yang akhirnya menemukan soulmate-nya. beneran soulmate. karena dua orang ini bener-bener berjodoh banget! :D

ceritanya tentang si tokoh utama yang sedang recovering dari patah hati karen tunangannya/ calon suaminya ngaku udah ngehamilin mantan cewenya menjelang 6 bulan pernikahan mereka. SADIS! :(
terus dia dapat tawaran beasiswa dari perusahaannya untuk lanjutin S2 di Jepang. what a lucky her! *envy* lalu di Jepang, tanpa sengaja daftar ke website kampus yang akhirnya diajak ngobrol sama salah seorang laki-laki. akhirnya mereka bener-bener berteman banget.
bener-bener jadi temen ngobrol. ngobrolin apa aja. akhirnya udah beberapa bulan berkomunikasi baru deh mulai ngebahas informasi-informasi yang lebih personal. tentang masalah, cinta, dan saling support.
jadi si tokoh utamanya cewenya ini, Nina, menemukan sesosok lelaki yang menjadi obsesi dia. begitupun teman cowo-yang-ngajak-kenalan-itu, Ta-kung aka Takeo aka Takeo-kun, juga punya sesosok perempuan yang menjadi obsesinya itu. dan mereka saling menceritakan subjek-obsesi mereka ini.
dan selang waktu berlalu, mantan-calon-suaminya itu minta balik. tapi si istri mantan-calon-suaminya itu meneror-mengancam-menakuti agar menjauhi suaminya itu. huaaaahhh.. teror abis dah.
pokoknya menarik. cara penulisannya bikin gw ikut merasa tertekan karena patah hati *oh mungkin ini bukan hanya pengaruh novel :p*, terancam, dll yang dirasain si tokoh utama. cuma untuk akhirnya, terasa ada yang terlewat di bahas. but overall, gw suka :D

oh dan satu lagi. novel ini bikin gw tambah pengen ke JEPANG! :D
semoga suatu saat terpenuhi! :) amiiiiiinnnn..

nah, seperti biasa, ada quote atau cuplikan dialog yang gw suka :)

tentang tertawa..
"Aku senang mendengar kamu tertawa. Kamu harus lebih sering tertawa. Kata orang tertawa bisa menyembuhkan banyak penyakit."
Aku tersedak. "Termasuk patah hati?"
"Terutama patah hati!"
yap! gw senang tertawa kok :D

dan ini bikin gw makin pengen liat pohon dan bunga sakura, yang sedang berbunga, secara langsung >.<
... bahwa pemandangan sakura yang bermekaran akan membuatku memercayai cinta lagi.
"Stand under the tree," ... "And let Sakura rain on you."
tapi tanpa melihat sakura, gw *kayanya* masih percaya cinta kok. Insya Allah :)

ini tentang kebiasaan gw di kendaraan, umum ataupun pribadi :D
"Don't tell me you never miss your stop because you oversleep in a bus?!"
... "Nope. Aku tidak pernah kelewatan halteku. Kami, orang Jepang, selalu tidur di bus atau di kereta, tapi kami terlatih untuk merasakan tempat pemberhentian kami," ...
"Oh, ya? Bagaimana caranya?" ...
"Tidak tahu juga. We just know."
gw percaya jam tubuh aka body clock *ada ngga sih istilah ini. ada kan ya?!* bisa diandalkan ketika gw tidur di kendaraan umum. yang kayanya cuma pernah gagal 2x dalam hidup gw, sampai saat ini, kalo ngga salah inget *kali ini gw yakin dengan memori gw :D mmm..semoga :p*.

tentang marah dan menangis..
"Marah itu bagus," ... "Marah lebih baik daripada menangis."
mm..sebenernya masih ngga tau gw sepakat atau ngga sama pernyataan ini. karena kadang menangis bisa bikin lega. dan gw ngga terbiasa marah *kayanya*. pengen deh sesekali marah beneran. ngambek ama marah beda kan ya? iya kan? iya doong? *maksa :p* kalo marah ama kesel beda ngga? *nanya beneran*.

dan yaaa tentunya. tentang cinta..
"The thing about loving someone, Nina," ... "It make you happy. It doesn't make you cry."
tapi cinta kan bisa ngasi apa aja.
ada tawa karena kebersamaan, perasaan saling mencintai, dll.
tapi juga bisa memberi air mata. tangis karena kerinduan, khawatir, dll.

betuul? sekali lagiiii.. boleh setuju boleh ngga koook ;)

novel yang dibeli uda abis dibacaaaa..
oops! tapi tenang aja. masih ada stok novel pinjeman :D
asikasiiiiik :))

January 2, 2011

hasil bacabaca :) #2

Project Pink oleh Retni SB

seperti yang gw ceritain tentang kegiatan gw di awal tahun 2011, kan gw beli novel. nah tadi siang uda selese baca. seperti biasa gw mau sharing tentang apa yang gw baca itu *gw ngga me-review ya :)*.

sebenernya ampe pertengahan akhir gw baca novel ini merasa ngga ada quotes yang ampe menohok banget. tapi gw suka secara keseluruhan ceritanya, inti/ fokus ceritanya dari yang gw tangkap *gw ngga mau bilang, terlalu curcol :p*.

tapi setelah selesai baca, ada juga quotes yang gw garis bawahi :)
"Biarkan dia pergi. Cintamu akan mencari jalannya sendiri... memilih orang yang telah sengaja dipilihkan Tuhan buat kamu."
sama yang ini..
"Rasa cemburu yang nggak ada dasarnya bisa menghilangkan sebuah kesempatan."
ini dialog si Sangga ke Puti. jadi ceritanya karena Puti, tokoh utama cewenya, dan Sangga, tokoh utama cowonya, pada saling gengsi untuk memulai hubungan lagi. Puti gengsi karena sebelumnya dia benci setengah mati sama Sangga. sedangkan Sangga gengsi karena sebelumunya dia udah ditolak sama Puti.
tapi akhirnya Sangga yang 'maju' duluan. hohoho..

biar ngga terlalu ngebingungin, nih gw kasih sinopsis yang ada di belakang bukunya..
Puti Ranin berang sekali ketika Sangga Lazuardi menyerangnya di ruang publik, di koran. Sangga mengejeknya sebagai katak dalam tempurung yag mencoba berceloteh tentang dunia! karena berani memberi penilaian terhadap lukisan tanpa pengetahuan yang memadai.
Bah! Dia memang awam dalam soal seni, seni lukis khususnya, tapi apakah itu berarti dia tidak boleh mengapresiasi sebuah karya? Ddan baginya, lukisan Pring menyentuh kalbunya. Sangga Lazuardi sangat pongah. Kesombongan lelaki itu membuat Puti mati-matian membela dan menganggumi Pring, pelukis yang dicela Sangga.
Namun yang tidak dimengertinya... Sangga Lazuardi selalu muncul dalam setiap langkah hidupnya.... Bagai siluman, Sangga selalu muncul di mana pun dirinya berada. Apa yang diinginkan lelaki yang telah meghinanya habis-habisan itu?
novel ini ngebahas tentang dunia seni, khususnya seni lukis. walau bukan menjelaskan secara teknik, sejarah, atau alirannya secara lengkap. tapi lebih ngelihat dari sudut pandang si Puti yang ngeliat lukisan secara awam. mencoba 'menangkap' isi tersirat lukisan itu. ngga nyusahin lah buat yang awam banget sama dunia per-seni lukis-an, kaya gw :p

selama baca novel ini gw selalu berusaha menebak-nebak rahasia apa yang sebenernya terjadi. pas di awal-awa baca gw selalu mikir: kenaoa begini. kenapa begitu. apakah si Sangga ternyata begini? apakah ternyata si Pring begitu? agak sedikit mengurangi keasyikan membaca. sampe akhirnya makin banyak yang gw tebak-tebak dan belom kejawab-jawab juga, akhirnya gw nyerah dan ya sudahlah gw baca secara 'ngalir' aja.
jadi makin menghayati dan terhanyut deh ama ceritanya :')

tapi ada cerita dari novel ini yang.... mm kurang gw suka.
di cerita ini Puti punya sahabat cewe sama Ina. tapi persahabatan mereka sempet berantakan sedikit karena Ina ngga percaya sama si Puti, sahabatnya sendiri. gw jadi sebel banget sama si tokoh Ina ini. bikin gw ikutan kesel sama Ina-nya *hahahaha..terlalu menghayati gini nih :p*.

terus gw kan baca novel ini pas lagi di rumah Farah, tepatnya di kamarnya yang sharing sama adeknya, Nisa. selesai baca, meresapi isi bacaan sambil ngeliat ke sekeliling kamar. ada lukisan adeknya. terus sebagai orang awam gw ngerasa 'nangkap' sesuatu.
ngga usah dibahas lah apa yang gw 'tangkap' itu. tapi dari situ gw jadi inget sama pembahasan di kelas PenPsiSos *aaahhh si-mata-kuliah-paling mengesankan-di-semester-7 ini :')*. kerjaan mahasiswa di mata kuliah ini kan nge-review jurnal, terutama, selain bikin proposal penelitian. gw inget kata dosen gw,
"kita ngga harus tahu secara menyeluruh metode statistik yang dipake si peneliti. tapi kita masih bisa memahami apa yang dicari, apa maksud dari penelitian.
istilahnya kaya kita masih bisa menikmati hidangan tanpa kita harus bisa masak hidangan itu, kan?!"
dan ini bisa dikaitin ke semua hal (kayanya).
kita ngga harus bisa bikin lukisan yang sama untuk bisa menikmati dan menangkap pesan tersirat dari lukisan yang kita lihat itu.
itu aja. boleh lo kalo ngga setuju ;)
naaah.. mari lanjut ke novel selanjutnyaaaa :D

December 30, 2010

hasil bacabaca :)

pulang dari rumah ka Ticul, gw 'ngerampok' tiga novel. dan sekarang baru abis baca yang judulnya Mencari Tepi Langit oleh Fauzan Mukrim.

dari sini

secara keseluruhan gw suka sama ceritanya. ngebahas banyak tentang konflik di Indonesia atau di luar negri. ngga ngebahas tuntas. tapi lumayan nambah wawasan. nambah wawasan juga tentang dunia perjurnalistik-an. terkait bencana atau dari segmen kriminalitas. soalnya sedikit masukin tentang kode-kode yang dipake polisi tentang teroris gitu.
cuma agak bingung sama alur ceritanya. gw bingung mana sudut pendang yang dipake penulis. apakah sudut pandang orang pertama atau ketiga atau penulis yang serba tahu *itu bukan jenis-jenis penulisan dari pelajaran bahasa Indonesia di SMA?*.
tapi masih bisa gw nikmati lah keseluruhan isinya.

dan seperti biasa, ada bagian-bagian yang gw suka :)

tentang gender perempuan dan lelaki..
Anak perempuan tidak selalu harus bermain boneka dan anak lelaki tidak harus selalu bermain pistol. Menjadi maskulin bukan sesuatu yang membanggakan bagi rembulan, sama halnya menjadi feminin tidaklah selalu memalukan bagi matahari..

tentang bagaimana memandang hidup..
"... Kenapa harus ngotot? Sehari-hari hati kita ini sudah cukup berat karena persoalan-persoalan dengan sesama manusia, janganlah ditambah dengan prasangka buruk kepada Allah juga..."

tentang apa yang perempuan mau dari lelaki..
Santi masih tertawa. Satu lagi kesan tiba-tiba muncul di kepalanya. Anak muda ini, meskipun perutnya tidak six pack, dia punya semua yang dibutuhkan oleh perempuan. Tidak banyak laki-laki yang bisa membuat seorang perempuan tertawa, kecuali kalau dia memang badut. Dan, Senja bisa meski bukan badut.

tentang apa yang dipikir lelaki..
Senja merasa ada yang berubah dari sikap Santi. Itulah untungnya menjadi lelaki. Engkau selalu dibekali antena gaib untuk menangkap sinyal-sinyal tak terduga. Psikolog karbitan menyebutnya dengan dua istilah. GR.

dan kutipan random aja..
"Semakin jauh kamu dari rumahmu, semakin kamu kehilangan perlawanan..."

ada juga tentang pengharapan..
"Lo nggak tahu sakitnya berharap, Ja!"
"Berharap itu nggak sakit. Kalo nggak kesampaian, baru sakit...."

lanjut baca novel lain, mmm... mungkin ngga dalam waktu dekat. sesuai waktu sama mood aja kayanya ;)

December 9, 2010

pelajaran hari ini


i'm reading a novel. then i read this dialogue. and just cannot wait to write this..
"Lo juga termasuk orang yang gue percayai. Rasanya lo satu-satunya lelaki yang bisa gue percaya saat ini."
"Terus, kenapa lo takut bergantung sama gue"
"Kris, gue ini belom lo kenal betul. Kalo gue udah tergantung sama lo, dan begitu lo tahu aslinya gue terus lo mau pergi dari gue, gimana?"
Krisna mengernyitkan dahi. "Elo gila ya, Win. Lo harus ubah paradigma berpikir lo itu. Hidup itu bukan untuk diprediksi. Jalanin aja. Kalau kecewa, ya nggak papa. Namanya juga orang hidup. Begitu juga cinta dan kepercayaan. Lo harus belajar ngasih kepercayaan tanpa takut kehilangan kepercayaan. Kalo kemudian orang yang lo kasih kepercayaan itu nggak bisa dipercaya, itu bukan salah lo. Kalo kemudian lo sedih, merasa dikhianati, ya itu wajar. Sedih, kecewa, marah, itu biasa, Win. Yang nggak biasa adalah kalo kita nuntut orang untuk nggak bikin kita sedih, kecewa, atau marah. Emang lo pikir semua tindakan lo bikin orang bahagia? Senang? Puas? Nggak. Ada yang kecewa. Ada yang sedih. Ada yang marah sama lo. Ada yang pengin bikin lo kecewa, atau sedih, atau marah. Ya itu biasa! Namanya manusiawi, Win. Kita ini kan manusia. Yang kita hadapi juga manusiawi. Mau menghindari kekecewaan? Kesedihan? Kemarahan? Ya nggak bisa."
gw hanya merasa tertohok. sangat. dengan dialog antara Krisna dan Wina ini. secara keseluruhan. terutama bagian yang gw bold.

ada lagi dialog yang lain..
"Danang... gue sudah memperingatkan elo."
"Gue udah bilang, gue rela jadi korban. Ini risiko mencintai elo. Dan gue akan jalani itu. Sekali lagi gue katakan, gue menjamin elo akan melupakan orang itu. Asal elo mau membuka hati lo buat gue..."
...
"Gue akan telepon elo nanti ya, Dan. Gue nggak bisa memutuskannya sekarang. Gue harap elo mengerti. Gue cuma nggak ingin salah bicara dan salah memutuskan, supaya kita nggak menyesal nanti," kata Denis akhirnya.
"Gue setuju. Tapi gue ingin elo tau, gue nggak pernah takut menyesal, jika benar gue nanti harus menyesal. Gue nggak takut. Gue akan hadapi itu sebagai resiko."
ini dialog antara Denis dan Danang. tapi bisa banget jadi pembelajaran gw.

ternyata selama ini gw terlalu terburu-buru, kurang bersabar, dan kurang berpikir panjang.
ini juga pembelajaran yang gw dapet setelah sedikit ngobrol sama 'si bapak'. udah lama ngga cerita, sekalinya cerita langsung ngomongin ini dan dapet insight-nya. makasih, Lik ;)

di novel ini gw juga baru tau ada permainan Tebak Rasa Mau Apa.
gini contoh permainannya..

"Kalau gitu, elo tanya deh duluan," kata Krisna lagi.
"Oke. Tebak deh, gue merasa apa dan mau apa?" tanya Wina.
"Elo merasa cinta gue, dan mau membalas perasaan gue. Betul?"
*maaf cuma ada satu contoh :D*
hahaha.. cinta-cintaan-thigs. udah gitu norak kaya mainan SD *seperti yang dibilang di novelnya*. tapi kayanya seru. lain kali gw praktek-in aaaah.. :p

dari novel ini banyak yang bisa dipelajari.
tentang rasa kehilangan, tentang mau-melupakan-masa-lalu, belajar ikhlas, membuka hati, membuat keputusan, dan banyak lagi.

yes, i've learned some many things.
gw ngga bisa menjelaskan satu-per-satu. i'll let you find it by reading it self.
lagipula, mungkin aja yang nanti kita pelajari akan berbeda.

by the way.. gw ngga menyesal membeli novel ini :D
seperti kutipan dari novel ini *lagi*,
"Timing is everything, man!"
:D
*taken from a novel Rembulan Gading by Sari Safitri Mohan
**picture's source


September 19, 2010

Gege Mengejar Cinta by Adhitya Mulya


gw suka buku ini. banget. jadi ceritanya tentang si Geladi Garnida aka Gege yang jatuh cinta banget sama Annisa Saripuspita aka Caca, mulai dari SMP-SMA. selepas itu pun Gege ngga pacaran sama siapapun karena dunianya berhenti berputar semenjak si Caca ini menghilang dari dunianya (ceritanya si Caca pindah rumah). tapi si Gege ini merasa dia beda dunia sama Caca, sehingga dia ngga pernah memberanikan diri untuk ngobrol atau bahkan kenalan sama si Caca. padahal dia tetanggan dan selalu satu sekolah. intinya si Gege jatuh cinta banget tanpa Caca tau tentang itu. lalu ketika usia Gege 27 tahun, sudah bekerja di Radio, adalah Fathia Shakuntala aka Tia yang juga jatuh cinta banget sama Gege. tapi namanya cewe, Tia sangat gengsi untuk nyatain atau mengakui hal tersebut. hanya sampai hubungan sahabat Tia berani. sampai akhirnya ketika Caca kembali hadir dalam hidup Gege. kali ini Gege memberanikan diri untuk mengejar Caca dan mulai menghindari Tia. lanjutannya baca sendiri aja yaahh.. :) yg gw suka dari cerita ini adalah dialog-dialog yang bikin gw speechless aja gituh. ngerasa pas. ngerasa tertohok. ngerasa bertanya-tanya. nih gw tulisin semua. sesuai titik-koma.

#1

"Kita kenalan dari kapan? Setahun? Not even once, eluh pernah PMS."

"..."

"I know you, Ti."
"Do you, Ge? Do you really? How about that small tiny fact that I love you?"
"No, you don't."
"I do."
"No, you don't."
"Tia suka warna biru.
Suka kopi.
Nggak suka orang bau.
Ujung bibir kiri eluh selalu naik duluan sebelum ujung bibir kanan ketika ketawa.
Dengan gigih selalu pergi ke resepsi pernikahan bareng guah guna mencari jodoh.
Di sana sehabis menjarah makanan, selalu pergi ke kamar kecil, memastikan bahwa tidak ada sisa makanan yang terselip di gigi karena itu akan men-dropkan nilai jual.

You and all the little things that you do, Tia."
Tia terdiam menatap garpu lalu gengsi menatap Gege.
"Gue suka warna biru sejak elo kerja dengan tas biru buluk lo itu.
Gue jadi suka kopi karena pas nyeduh kopi di pantrylah pertama kali elo ngebuat gue ketawa....
Gue suka bau badan eo yang wangi.
Ujung bibir kiri gue seperti itu karena elo yang ngebuat gue tertawa.
Gue pergi ke banyak resepsi just to be with you...
dan gw mastiin diri gw secantik mungkin....
karena gue dandan demi elo.

You... and all the little tiny things that you are...,
" jawabnya pahit dalam hati. Masih gengsi.

ini dialog yang paling.paling.paling.paaaaaliiiiiing gw suka. dimana Gege sangat memperhatikan Tia. tapi ternyata ada kenyataan-kenyataan lain yang Gege ngga tau
:)

#2
"Sama gue elo nggak perlu merasa memperbaiki diri.
Sama gue, elo nggak perlu takut merasa tidak cukup berharga.
Sama gue, elo diterima apa adanya.
Bukan superman yang wanita cari.
Bukan milyuner yang wanita impikan.
Bukan einstein yang wanita tunggu.
Bukan apa yang elo tabung dan elo kerjakan yang akan membuat elo dihargai wanita.
Tapi apa yang elo bersedia berikan.
Elo berikan gue rasa nyaman.
Elo berikan gue rasa teduh.
Elo berikan gue apa yang cowok nggak.
Apa adanya elo.
"
Tentu saja, ini juga khayalan. Tia termenung menatap Gege yang termenung menatap Gedung II.

gw setuju sama Tia. apalah artinya kaya atau pinter kalo kita ngga nyaman sama seseorang ;)

#3"So basically, cewek mencintai orang yang mencintainya. Tapi kalo cowok, mereka memilih kepada siapa cinta mereka akan mereka berikan."
"... Dasar cinta wanita itu adalah perasaan ingin disayangi. Dasarnya pria, adalah perasaan ingin memiliki."

gw termenung si baca kalimat ini. bertanya-tanya apakah benar kenyataanya seperti ini. *dan sepertinya gw mulai ke arah menyetujuinya..*

#4
"... a tree falls in a forest with no one hearing it. Does it really fall?"
... "The answer is yes.... But who cares?"


ini sangat menohok orang-orang yang jatuh cinta secara diam-diam. dan gw pernah dalam situasi seperti itu. mm..sedikir banyak mendorong gw untuk akhirnya ngasi tau kalo ada pohon yang jatuh di dalam hutan sana
:) *well itu cerita lama :D*

#5

"... konsep flirting tuh deketan, saling goda, dan saling membuat penasaran."

haha..penasaran. kata-kata yang agak menganggu gw
:p

#6

"...bahwa wanitah pada dasarnyah memang suka dikejar. Tapi wanitah tidak suka dipaksa berjalan lebih cepat dari yang mereka inginkan dan bahwa wanita menyukai kondisi di mana mereka memegang kontrol atas setiap pendekatan."

yayaya..saya juga setuju :p


#7

"Some say, men find women's neck attractive."

dulu saya bertanya-tanya tentang ini dan pernah menanyakan langsung sama temen cowo gw. dan memang mereka setuju si.


#8

"Makanya aku sekarang nggak terlalu nyari yang gimana-gimana. Nggak perlu deh astronot. Tapi aku ingin jika deket sama dia, aku tuh nyaman. Damai. Cocok."
"Parameter cocok?"

"Itulah yang aku tidak tahu. Cinta kan bukan matematika. Nggak pernah kita bisa define." ... "Aku rasa aku baru tahu jika ketika bersamanya, dalam hatiku ada suara."
"Suara apah?"

"Seperti suara botol dan tutup ulirnya. Klik."

gw lagi mencari suara 'klik' itu. entah udah ketemu atau belom :")

#9

"Kamu ngapain sih nagajakin aku ngabahas hidran?"
"..."

Caca berpaling dan mencondongkan muka, interogatif.
"Gugup ya jalan sama perempuan?" (footnote dari pengarang: Coba ya itu kaum hawa. Paling jagoan ngegap orang.)
"..."
"Kenapa gugup?"
Caca menahan senyum.
"Selalu gugup."
"Menghadapi perempuan?"
"Menghadapi kamuh."
"..."
"..."


benarkaaaaaaah kaum hawa paling jagoan ngegap orang? ;)

#10
"...Seperti segelas air dan sebongkah emas. Sebongkah emas sangat langka dan begitu dicari orang, membuatnya begitu terlihat dan terasa berharga. Orang tidak pernah merasakan pentingnya air. Bukan karena tidak penting tapi karena begitu terbiasanya manusia mengonsumsi air sehingga hanya baru terasa penting ketika air hilang. Air itu penting ..."

ini pertanyaan awal. siapakah yang kita cintai? siapa yang kita butuhkan?
sebongkah emas ataukah segelas air?

*terima kasih kepada Adhitya Mulya telah menerbitkan buku dengan cerita sebagus ini :)

July 24, 2010

(no) something new

suntuk banget malem ini. dua malem ini tepatnya.

ngenet ngga jelas-jelas amat. cuma baca-baca blog orang. ada yang menarik si. tapi yaudah, gitu aja.

hari Rabu (21/07) temen kostan gw akhirnya nginep di kostan lagi. seperti biasa, laptop nyala sambil nyalain musik yang ada di playlist windows media player ge. ngga berapa lama...

Yoan (Y): na, nyalain radio aja ya..
Gw (N): kenapa emangnya?
Y: lagu lo jadul-jadul amat. ngga ada yang baru.
N: ... mmm.. yaudah.

lagu-lagu di playlist gw ngga ada yg baru. ngga download-download lagi. bingung juga mau download lagu apa. ngga ada lagu baru.

bosen. pengen baca komik, uda ngga pernah beli komik baru lagi. bosen sama komik-komik lama. ngga ada komik baru.

bosen. pengen baca novel juga belom ada yang baru. mau beli, kemaren uda maraton nonton, duit jadi menipis. ngga ada novel baru.

bosen. pengen 'stalking' gebetan, ngga ada yang bisa di-'stalking'. kehidupan cinta lagi hampa. gebetan lama uda wassalam. ngga bakal ada kelanjutan ceritanya lagi untuk jadi gebetan. mau cari gebetan baru, bingung juga mau gebet siapa. ngga ada gebetan baru.

hhh..yasudah lah. nulis postingan baru aja.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...