Pages

July 6, 2011

KDRT could happen to anyone.. anywhere..

source: kompasiana

baru kali ini gw takut melanjutkan baca sebuah novel.
takut, bukan ngga mau karena bosan.
takut sama apa yang akan terjadi di halaman berikutnya sama si tokoh utama, bukan penasaran.

gw baca novel Tea for Two karya Clara Ng. yang bikin gw melirik novel ini pertama kali sih karena warna covernya yang berwarna oren :D terus pas lagi milih-milih dapat masukan dari Tazki kalo novelnya ini memang bagus. di cover belakang novelnya itu juga ditulis bahwa sebelumnya novel ini merupakan cerbung di Kompas, Oktober 2008-Februari 2009. menurut gw, hal itu udah cukup menjamin kualitas ceritanya.

cara penceritaannya terbagi dua, pertama dia sebagai orang pertama yang menceritakan dirinya sendiri dan yang kedua dia sebagai orang ketiga di luar cerita. sebagai orang pertama, alur ceritanya flashback, dia menceritakan kembali pengalamannya. sebagai orang ketiga di luar cerita, dia cerita kejadian yang terjadi saat itu.

yang gw acungi jempol adalah bagaimana novel ini menceritakan tentang KDRT. dimulai dari tentang tokoh utama, Sassy, seorang wanita mandiri yang modern. yang akhirnya jatuh cinta at the first sight dengan seorang laki-laki.
jangan minta gw cerita lebih lanjut lagi, bisa jadi spoiler.

balik lagi yang gw omongin di awal tentang issue KDRT yang dibawa di novel ini. bener-bener menceritakan proses bagaimana bisa jadi KDRT. karena gw pernah baca twit-nya @JendelaJiwa yang bahas #abuse, jadi ngerasa pas banget. ibaratnya, twit-nya jadi teori dan novel ini pengaplikasiannya, tanpa harus kita merasakan sendiri tentunya.

beberapa contohnya, seperti korban KDRT biasanya punya self-esteem (harga diri) yang rendah karena dikondisikan seperti itu oleh pelaku KDRT. pelaku mulanya hanya mengomentari atau mengkritik hal-hal kecil tentang korban. misalnya baju yang ngga matching sampai akhirnya setiap detil keseharian korban dikonetarin negatif yang akhirnya korban merasa selalu salah.
pola KDRT sama sekali ngga bisa diprediksi. bisa aja dalam 5 menit, pelaku yang mulanya baiiiiik bangeeeeet terus jadi langsung main pukul. atau sebaliknya, yang mulanya beringas, ngga lama langsung baik, berasa ngga ada kejadian apa-apa sebelumnya.
KDRT itu ternyata candu. korban yang biasanya selalu mendapat perlakuan buruk, akhirnya selalu 'menunggu' kapan perlakuan buruk itu datang lagi.

dari cara penceritaannya itu, gw jadi bener-bener hanyut sama tokoh utama. gw berasa jadi tokoh utama. gw jadi ikutan takut sama apa yang akan dialami tokoh utama di halaman dan bab berikutnya.
satu, dari banyak hal, yang gw dapet dari baca novel ini adalah apapun yang berlebihan ngga pernah bagus. termasuk cinta. kita ngga perlu cinta yang berlebihan. kita butuh cinta yang cukup dan sesuai bagaimana penyampaiannya :)

novel ini beneran bagus. dari cara penceritaan dan juga educative tentang KDRT.
siapapun, baca buku ini supaya lebih tahu tentang KDRT.
semoga kita ngga perlu mengalami sendiri untuk bisa bener-bener mengerti tentang KDRT.

*quotes yang gw ambil dari buku ini, gw posting di tumblr. take a look ;)

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...