.jpg)
penuh canda ketika kita bersama
banyak cerita ketika kita berdua
perhatianmu tak pernah berhenti tercurah
begitupun sayangmu selalu ku rasa
pelukmu merengkuhku
kau belai puncak kepalaku
kau usap punggungku
kau tenangkan isakku
atau terkadang, kau biarkan waktuku sendiri
aku rindu semua itu
bukan jarak nyata yang menjauhkan
tapi dinding tebal yang ku bangun sendiri
itu salahku dan aku terlalu angkuh untuk meminta maaf ...
ku berpura hatimu tak terluka
ku anggap itu hanya kesalahan biasa
tapi aku tahu dan menyadari bahwa semua tidak benar
tapi lagi-lagi ku mengelak
menganggap waktu akan mengembalikan semua ...
semua senyum, perhatian, dan kasih sayangmu ...
Maaf ...
satu kata itu belum terlontar dari hatiku
bahkan belum terucap di bibirku
*ibu maaf. eneng belum minta maaf beneran :'(
No comments:
Post a Comment