Pages

February 3, 2011

cukup sedih-sedihnya

@ihatequotes Getting hurt is a part of life. But staying hurt after the pain is gone is a foolish choice. MOVE ON, MOVE UP!

entah kenapa ter-asosiasi sama istilah 'bunuh diri' yang sering dibilang temen gw, Yuni.

jadi ketika abis putus, terus masih dalam masa berkabung *aduh sedih banget sih istilahnya* kan biasanya apapun itu bisa keingetan ke mantan pacar itu. kalo keingetan gitu kan biasanya bikin sedih, sakit hati, kangen, danbermacammacamperasaanlainnya itu. nah karena perasaan yang dirasain itu biasanya yang ngga enak-enak, jadilah istilahnya macam-macam itu. *ngerti ngga? ngerti lah ya ;)*

sebenernya sih jadi beda maksud sama quote yang di atas. tapi kayanya bisa dikaitkan ke metode konseling yang pernah dibicarain. lupa sih lagi bahas apa sebelumnya-dimana-sama siapa-kapan, tapi tiba-tiba pembahasan saat itu terkait ke metode konseling.
kalo ngga salah waktu itu ngebahas bahwa menjadi konselor itu harus empati, bukan simpati.
konselor membiarkan klien merasakan sakit-yang-luar-biasa, perih-hingga-berdarah-darah, baru akhirnya luka itu disembuhkan dengan konseling.

agak bingung? langsung contoh aja kali ya?
ketika klien merasakan kesedihan, konselor akan membiarkan klien merasa sakit dulu. dibiarkan merasakan sedih, sakit, pahitnya pengalaman itu.
nangis sepuas-puasnya. teriak sekencang-kencangnya. memaki sejadi-jadinya.
udah? udah nangis berliter-liter? udah teriak berdesibel-desibel? udah memaki berparah-parah? *oke gw terlalu lebay* abis itu, baru mulai deh 'diobati' *ngga nemu istilah lain yang lebih enak :(* sakitnya.

daripada dari kejadian 'menyakitkan' itu langsung 'bangun', ngga punya waktu untuk bersedih, mungkin sedihnya itu bakal terus 'membayangi'.
kaya waktu itu pernah ada temen kuliah gw yang bokapnya meninggal. terus besoknya ada ujian atau ada kuliah gitu. temen gw ini udah masuk. salah satu dosen gw nanya aja, "dia ngga apa-apa lagsung masuk gitu? maksudnya kalo masih berkabung, ngga apa-apa kita bisa kasih dispensasi. kita kasi waktu bersedih untuk dia dulu."
well, bukan berarti dia ngga boleh langsung kuliah gitu. mungkin waktu yang dia butuhkan untuk bersedih lebih sedikit dibandingkan yang lain pada umumnya. mungkin.. yaa masih ada mungkin-mungkin yang lain.

kita yang tau seberapa lama kita membutuhkan waktu bersedih.
kita yang tau kapan kita udah bisa bangkit dari kesedihan.
kita yang tau kapabilitas kita untuk segera membenahi diri.
tapi jangan membiarkan diri kita berlarut-larut untuk bersedih.
tapi jangan membiarkan diri kita terpuruk dalam kesedihan.
tapi jangan membatasi kapabilitas kita dan menjadikan kesedihan sebagai pelarian.

jadiii.. yuk udahan sedihnya.
tumpahkan apa-apa yang masih mengganjal.
selesaikan waktu bersedihnya.
tuntaskan apa yang masih terasa mengganggu.
dan bersiap untuk menyambut hari esok.

siap? yuk mariii.. ;)

*agak loncat-loncat ya tulisan gw!?
**draft dari 29Jan2011 baru selesai ditulis hari ini :p

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...