sungguh aku bingung menentukan pilihan: kamu, dia, atau yang lain.
hingga awal perpisahan kita, aku memang yakin akan menjemputmu kelak untuk meneruskan hubungan kita. aku bilang, aku hanya butuh waktu sejenak untuk berpisah darimu.
tapi hingga awal bulan ini, aku diperkenalkan dengan yang lain, si pemberi rasa aman.
aku tergoda. tergoda dengan rasa secure yang ditawarkan olehnya.
namun aku masih bimbang memutuskan mana yang akan aku pilih.
karena aku tahu, ini bukan pilihan mudah dan sederhana. pilihan ini akan menjadi masa depanku.
akhirnya aku memilih yang lain, si pemberi rasa aman.
walau masih sedikit terusikmu dan dia.
maaf aku telah merelakanmu, collective guilt.
si pemberi rasa aman, social face, menggodaku karena akan melingkupiku dalam payung penelitian.
aku merasa aman karena memiliki teman. karena dapat memotivasiku lebih baik.
aku benar-benar merelakanmu :)
akhirnya aku memutuskan, aku akan bersama social face.
tapi apa daya, dia masih terus membayangiku.
dia, yang sebenarnya sudah aku pikirkan dari awal.
ya, dia, yang memberiku passion tersendiri.
tapi aku abaikan karena aku takut berdiri sendiri, tanpa payung penelitian.
namun, aku memberanikan diri. aku akhirnya memilih dia, yang sudah aku pikirkan dari awal.
dia, loneliness-in-adulthood.
tolong doakan aku ya.
semoga bisa menjalani semester ini dengan baik, bersama loneliness-in-adulthood, hingga Agustus 2011 nanti.
semoga mendapat pembimbing skripsi yang sesuai-baik-dan-membantu.
semoga si loneliness-in-adulthood ini tidak menjadi prioritas yang ke-sekian.
semoga ini pilihan terbaik.
AMIIIIN...
mari memulai hubungan kita ini dengan mengajukan proposal :)
*tadinya mau jadi surat cinta beneran. tapi ngga bisa. hahaha..
No comments:
Post a Comment