Pages

December 3, 2010

hey, pekarangan hijau

***
bosan di dalam rumah, aku pergi keluar dan duduk di teras. memperhatikan pekarangan rumah yang terhampar rumput hijau.
hanya ada beberapa pot bunga di pojokan dengan warna hijau yang berbeda. terlihat beberapa bunga yang masih kuncup, tak berkembang. daun-daun layu berserakan di beberapa tempat. terasa membosankan.

ku alihkan pandanganku ke rumah sebelah di sebelah kiri. wah, pekarangannya hijau sekali. lebih hijau dari pekarangan rumahku. merasa tertarik, aku bangun dari duduk dan mencoba melihat pekarangan dari depan rumahnya.
terlihat berbagai warna bunga. mulai dari putih, kuning, pink, merah, semua ada. tanamannya pun tidak melulu berupa batangan. ada tanaman merambat dan rumput hias. menarik sekali.

rasa penasaran mendorongku, akhirnya ku sapa penghuni rumah, juga teman mainku, yang sejak tadi duduk di bangku teras.
"halo tetanggaku.."
mendengar ada yang memanggil, si tetangga pun mengalihkan pangandannya, mencari asal suara. dari ku, di depan pagar. lalu ia menghampiriku. sapa dan obrolan pun mengalir. aku ungkapkan kesukaanku terhadap pekarangnnya. terlihat penuh warna, rapih, dan begitu hidup.

tak ku duga pernyataan yang berikutnya dilontarkan dari si tetangga.
tumbuhan merambat itu ternyata mengganggunya. terlalu banyak jenis rumput hias yang ditanam. selain itu, jika duduk dan melihat pemandangan pekarangan itu dari teras rumahnya, ada bagian yang memang tak terurus, terlupakan. namun tak terlihat jika orang melihatnya dari pagar luar.

lalu si tetangga menambahkan, dia justru terpesona dengan pekarangan rumah di depannya. sudah bertetangga lama dan dia lihat pekarangan tersebut terlihat selalu rapih tanpa cela dan lagi-lagi jauh lebih hijau dari miliknya.

sedikit terperangah.
aku merasa pekarangannya lebih bagus dan lebih hijau dari pekaranganku.
si tetangga merasa pekarangan tetangga depan rumah lebih bagus dan, sekali lagi, lebih hijau dari pekarangannya.

hmm.. ada apa dengan dunia per-pekarangan-an ini? apakah pekarangan orang lain selalu terlihat lebih bagus dan lebih hijau? mengapa pekarangan orang lain bisa terlihat lebih bagus dan lebih hijau?

mungkin apa yang aku lihat berbeda dengan apa yang si tetangga lihat.
mungkin apa yang aku perhatikan berbeda dengan apa yang si tetangga perhatikan.
mungkin apa yang aku inginkan berbeda dengan apa yang si tetangga inginkan.

mungkin apa yang aku tidak lihat berbeda dengan apa yang si tetangga tidak lihat.
mungkin apa yang aku tidak perhatikan berbeda dengan apa yang si tetangga tidak perhatikan.
mungkin apa yang aku tidak inginkan berbeda dengan apa yang si tetangga tidak inginkan.

mungkin sebaiknya aku dan si tetangga melihat dari berbagai sudut pandangan.
mungkin sebaiknya aku dan si tetangga memperhatikan dari segala hal.
mungkin sebaiknya aku dan si tetangga menerima dan bersyukur atas apa yang ada.

atau mungkin aku kurang mengusahakan secara maksimal dalam menata pekarangan seperti yang aku mau (entah bagaimana dengan si tetangga, aku tidak terlalu tahu dan tidak terlalu mencari tahu).
lalu bagaimana menata pekaranganku ini? di rumah tidak hanya ada aku. dan sepertinya butuh kerja sama dengan yang lain untuk menata pekarangan. kan bukan hanya aku yang menikmatinya.
mungkin apa yang aku inginkan berbeda dengan apa yang diinginkan yang lain. hal tersebut bisa dibicarakan. lalu saling bekerja sama menata pekarangan yang sama-sama diinginkan.

ah baiklah... setelah perbincangan yang hanya sebentar tersebut, aku kembali ke pekaranganku.

pertama aku mencoba melihat-lihat dari berbagai macam sudut. ku lihat dari pojok kiri memang terlihat banyak daun-daun layu berserakan. tapi dari pojok kanan ternyata daun-daun berserakan itu menghias hijaunya tanaman bungaku.

lalu aku mencoba memperhatikan berbagai macam hal. ku perhatikan ternyata hijaunya pekaranganku benar-benar beragam. mulai dari hijau
muda seperti kebanyakan putih sampai hijau yang benar-benar pekat.

dan terakhir aku bersyukur masih ada kuncup-kuncup bungan yang sedang mempersiapkan diri untuk memekarkan dirinya. bunga itu akan indah pada waktunya.

mm.. sekarang mungkin bertanya dengan yang lain, mau ditata seperti apa lagi pekarangan ini.
oke, aku masuk ke dalam dulu yaa..
tunggu aku, hey pekarangan-hijau..
***

*mungkin hal ini juga bisa diaplikasikan langsung dalam hidup kita ;)

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...