lalu aku mulai mengenalmu.
sedikit demi sedikit aku mengerti dirimu. mengerti apa yang orang tua mau.
jujur, keinginan mereka cukup menekanku. sungguh, aku tertekan.
lalu di tiap minggu pertemuan kita.
tiap minggu pula ku perbaiki komitmenku padamu.
maaf, dua kali aku mengingkari komitmenku.
aku lelah. jenuh. sangat. bahkan untuk sekedar menyebut namamu.
ketika takdir akhirnya mengikat ku padamu.
sungguh aku memilihmu dengan penuh kesadaran.
aku pun tahu konsekuensi yang akan ku tanggung.
aku memilihmu, karena aku memang menyukaimu.
tapi jujur. sulit untuk menjaga hubungan kita tetap stabil.
bahkan aku lebih sering berada di titik jenuh padamu.
ketika aku sesekali membicarakan hubungan kita dengan orang tua, aku merasa sangat bersemangat.
aku yakin, hubungan kita akan berhasil.
aku hanya perlu mengenalmu lebih jauh lagi.
tapi sayang, gairahku sering sekali menurun.
dan aku jadi (sangat) sering (hampir selalu) mengabaikanmu.
(sangat) sering (hampir selalu) menghindarimu.
sejak 2 minggu lalu, kamu meminta kepastian dari ku.
aku terus menunda. menunda memikirkan akan dibawa kemana hubungan kita ini.
padahal aku masih punya waktu jika aku benar-benar ingin memperhatikanmu.
tapi ternyata godaan memang ada dimana-mana.
aku tergoda dengan mereka.
sehingga lagi-lagi aku tidak memedulikanmu.
hingga akhirnya kemarin. tepat H-24 jam, waktu yang kau berikan untukku.
aku berkeras di waktu terakhir kita.
mengusahakan bagaimana hubungan kita akan ku bawa.
kurang dari 2 jam, aku sudah memberikan kepastian melalui email. itu kan yang kau minta.
baru akhirnya aku menghadap kepada orang tua. menyerahkan kepastian itu.
tepat jam 12 siang, keputusanku sampai di orang tua.
hahhhh.. andai kau tahu betapa lega dan ringannya perasaanku.
baiklah, setelah segala usaha yang kuberikan dalam kepastian ini, aku telah memutuskan.
aku ingin istirahat dulu.
aku perlu benar-benar menjauh darimu.
dari bayang-bayangmu. sungguh.
tapi karena aku sudah jatuh hati padamu.
aku mulai lebih mengerti dirimu, aku menjanjikan ikatan yang lebih serius. nanti. mulai awal Februari.
aku janji. maka dari itu, kini tolong biarkan aku pergi dulu ya.
aku akan kembali. insya Allah, pasti.
sampai kita bertemu nanti, PENPSISOS-ku sayang.
collective guilt-mu, akan tetap membayangiku :*

salam komitmen-penuhku-nanti,
Ristiana Istiqomah - 0706281715
Ristiana Istiqomah - 0706281715
No comments:
Post a Comment